Dulu, Dr Harifuddin Cawidu dikenal sebagai doktor kafir. Pasalnya, dia menulis disertasi dengan judul: Konsep Kufr dalam Al- Qur'an. Dari disertasi dia ini tergambar bahwa terma kafir mempunyai makna sangat luas. Seorang petani yang menyemai padi di sawahnya sanggup disebut kafir. Kata ka- fa- ra sanggup bermakna menutup. Menyemai padi berarti menutupi tanah. Ia juga sanggup disebut sebagai kafir. Padahal di masyarakat kata kafir ialah lawan kata dari iman. Dalam al- Qur'an kata kafir justeru lebih terkenal dipadankan dengan syukur. Kufur nikmat. Jadi, tidak serta merta bahwa orang di luar Islam otomatis sanggup disebut sebagai kafir. Kata kafir bukanlah bahasa arab murni. Tetapi termasuk bahasa Aramaik. Dari kata kafir ini diinggeriskan menjadi cover. Menutup. Biasanya digunakan untuk menyebut cover buku. Hard cover, bagi buku yang mempunyai sampulnyang tebal. Atau buku yang dicetak lux. Lihat Arthur Jeffery, The Foreign Vocabulary of the Qur'an, 2007., 250.
Advertisement