Al-Qur' an selalu mendorong umatnya untuk selalu memerhatikan dan memaknai ayat- ayat Tuhan. Sebagaimana ayat- ayat berikut: a. Alam tara kaifa dharaba Allah mathalan kalimat an thayyibat-an ka syajarat-in thayyibat-in ashluha thabit-un wa far'uha fi al- sama'. Apakah engkau tidak melihat bagaimana Allah menciptakan sebuah tamsil, metafora. bahwa perkataan yang baik menyerupai pohon yang rindang, akarnya kokoh dan cabangnya menjulang tinggi ke langit. b. Sanurihim ayatina fi al- afaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyina lahum annahu al haqq....Dan kami akan mengatakan gejala kekuasaan kami di ufuk barat dan timur dan dalam diri mereka sendiri. Sampai tampak bagi mereka bahwa bahwasanya Allah itu yang al-Haqq. c. Inna fi khalq al- samawati wa al ardh wa ikhtilaf al- lalili wa al.nahari la ayatin li uli al- albab.....Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam ialah gejala kekuasaan Allah bagi orang-orang yang ulul al-bab, berpikir mendalam. Annemarie Schimmel dalam Deciphering the Signs of God menyebutkan Bahwa alam raya dan segala isinya mempunyai sakralitas. Waktu, dan budaya tertentu juga mempunyai sakralitas.
Advertisement