Lee Myung- bak: Tukang Sampah menjadi Presiden Sekilas latar belakang Lee Myung-bak. Lee Myung-bak lahir di Osaka, Jepang, 19 Desember 1946. Lee terlahir sebagai orang miskin. Lee lahir pada masa perang Korea berkecamuk. Lee terlahir dari kehidupan yang sangat miskin. But through intellegende and self- determination, he excelled in school, putting himself through college hauling garbage six times a day to pay for tuition. Lee ialah presiden Korea Selatan semenjak 25 Februari 2008 sampai 25 Februari 2013. Sebelum menjadi presiden, ia pernah menjabat CEO Hyundai Engineering and Construction dan wali kota Seoul. Dari istri berjulukan Kim Yoon-ok, Lee memperoleh tiga anak wanita dan satu anak laki-laki. Kakak tertuanya berjulukan Lee Sang-deuk, seorang politikus Korea Selatan. Lee ialah seorang penganut Gereja Presbiterian Somang. Ia lulus dari Universitas Korea dan menerima gelar kehormatan dari Universitas Paris Diderot pada 31 Mei 2011. Lee dikenang sebagai presiden yang berhasil mengubah pendekatan pemerintah Korea Selatan terhadap Korea Utara, menentukan taktik garis keras untuk menghadapi provokasi dari Utara, sambil menyokong obrolan regional dengan Rusia, RRC, dan Jepang. Di bawah pemerintahan Lee, Korea Selatan meningkatkan visibilitas dan pengaruhnya di arena global, dan terpilih sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G-20 Seoul 2010. Ia ialah anggota Partai Besar Nasional (Grand National Party). Sebagai walikota Seoul, ia dikenal dengan kebijakan-kebijakan kontroversialnya ibarat restorasi Cheonggyecheon. Ia mengakhiri masa jabatan lima tahunnya sebagai presiden pada 25 Februari 2013 untuk kemudian digantikan oleh Park Geun-hye.( kutipan utuh dari Wikipedia). Kunci sukses Lee, baik sebagai eksekutif utama CEO Hyundai pada umur 35 tahun maupun sebagai presiden Korea Selatan ialah six strategies, a. Efficiency b. Brand name c. Sustainable growth, kesinambungan. d. Marketing, pemasaran e. Balance development, pembangunan yang seimbang. f. Coordination. Pada diri Lee terjadi kombinasi yang sangat apik dan utuh seorang entrepreneur dengan seorang birokrat sejati. Hidup higienis dan bermartabat. Lee sanggup mengubah masyarakat Korea Selatan dari miskin menjadi makmur. Lee mempunyai nyali dan berani meninggalkan komunisme dan menggantikannya dengan kapitalisme. Kebangkrutan Korea Utara alasannya ialah tetap mengikuti nasehat Michael Gorbachev. Bahwa komunisme ialah jalan keluar terbaik menuju negara makmur. Dan tesis Gorbachev ternyata keliru. Sampai hari ini Korea Utara tetap saja negara miskin sementara Korsel tetangganya sudah sangat maju. Ada dua buku biograpi Lee Myung-bak yang sangat menarik untuk dibaca, sebagai berikut: 1. The Uncharted Path: The Autobiography of Lee Myung-Bak, 2012. 2. Making Hyundai, Remaking Seoul: From CEO to South Korea's President, 2010. Ada hal menarik yang ditulis pada cover dalam bukunya yakni penghormatan yang demikian tinggi kepada jasa seorang ibu. Dan pernyataan cinta suci kepada sang isteri. Untuk ibuku, yang mengajariku untuk gigih, Melayani, menyayangi dan berharap. Untuk isteriku, Yoon-ok, Ratuku yang tercantik Untuk semua yang tak terlupakan. Selanjutnya, dalam buku tersebut, Lee memaparkan secara jujur kiat- kiat dan nasehat suksesnya, antara lain: 1. Kalau mendapatkan telpon dengan bunyi lantang dan bersemangat. Selaiknya seorang eksekutif harus mengangkat telpon kapan pun. Bahkan pada larut malam pun, Lee akan mengangkat telpon dengan bersemangat. Setelah itu, bekiau menutup dan mematikan hand phone. Sehingga orang terkadang menduga dia tidak pernah tidur. Lee populer dengan pekerja keras dan handal. 2. Kunci sukses dalam administrasi ialah mempekerjakan pakar, penemuan dan mempunyai visi yang futuristik. 3. Banyak menulis memo semoga tidak lupa. 4. Siapa pun sanggup menjadi pekerja keras, tapi yang lebih penting menjadi pekerja cerdas. 5. Dalam bisnis dan diplomasi, kita harus mengejar peluang sekecil apa pun. Enam taktik Lee yang membawanya sukses dalam memimpin Hyundai menjadi perusahaan raksasa yang berkembang pesat dalam bidang pertambangan minyak bumi, gas, batubara, dan tentu industri mobil. Lee juga mengubah haluan Kota Seoul menjadi lebih maju. Lee membawa Korea Selatan ke kancah dunia internasional sebagai negara maju dan berdemokrasi. Bekerja keras Bekerja cerdas Dan selalu bersyukur Motto hidupnya. Dan semua kunci suksesnya diramu dari kegetiran hidup
Advertisement