-->

Ali Syari'ati

Ali Syari'ati
Ali Syari'ati
Ali Syari'ati masyhur sebagai seorang intelektual revolusioner Iran. Syari'ati dikenal juga sebagai seorang eklektik kelas utama. Pada dirinya terpatri keyakinan Islam tradisional. Ia seorang muslim kuat, ia juga sebagian Kristen, sebagian Budhis, sebagian, Mazdaki, sebagian Sufi, sebagian heretik, sebagian Marxis, sebagian eksistensialis, sebagian humanis, dan sebagian skeptis. Ia sangat terpengaruh oleh teori- teori kelas Marx. Ia juga terhipnotis oleh gagasan spiritualitas Louis Massignon, guru dan sahabatnya. Ia menulis buku bersama Fatima is Fatima. Massignon ialah seorang islamog beragama Katolik, tetapi sangat menguasai spiritualitas Islam terutama gagasan al- hulul Husain al- Hallaj. Syari'ati juga sangat konsern dan mencar ilmu kepasa Sartre, tokoh eksistensialis tulen. Gagasan insan merdeka, aku kira diambil dari tokoh dan filosof eksistensialis ini. Gagasan revolusioner Ali Syari'ati cukup berliku. Ia harus berhadap- hadapan dengan rezim Pahlevi yang absolut dan berupaya membungkam kekuatan revolusi. Syari'ati lahir di Khurasan, tanah bertuah dan kaya akan tradisi spiritualitas Islam. Imam al- Ghazali, hujjatul Islam lahir dan wafat di Khurasan. Hidup Syari'ati penuh pergolakan. Wafatnya di London juga penuh teka- teki dan misteri. Ia ditemukan tertelungkup di kamarnya. Sebagian laporan menyebutkan bahwa ia bunuh diri. Adalagi yang menyebut terkena serangan jantung. Memang pada simpulan hidupnya, Syari'ati mengalami masa-masa sulit di London. isterinya tertahan di imigrasi Iran. Sementara Susan dan adiknya Sara lolos untuk terbang ke London. Syari'ati dua tahun terakhir dilanda depresi. Syari'ati mencicipi kematian sebelum ajal, saat ia harus menjalani tahanan rumah sesudah lepas dari penjara. Keluarganya menghiburnya dengan berlibur ke bahari Kaspia, Azerbaijan. Tetapi Syari'ati sepertinya tidak sanggup menikmati liburan tersebut. Ia hanya tampak mondar- mandir di pinggir pantai tanpa menyentuh airnya. Sesekali ia merokok untuk menghilangkan kepenatan pikirannya. Suasana bingung di London, barangkali juga menjadi penyebab kematiannya. Atau barangkali konspirasi penguasa Iran kala itu juga ikut dalam misteri kematiannya. Hubungan Syari'ati dengan Mustadha Muthahhari ialah kurang baik. Entah personal maupun profesional. Kita tidak tahu apa penyebabnya, Muthahhari demikian tidak menyukai Syari'ati. Ada yang menyebut sebab Syari'ati dianggap Marxian yang bertentangan dengan tradisi keilmuan muslim Iran. Syari'ati ialah tokoh dan pemikir revolusioner Iran. Syari'ati disebut sebagai penggagas penggerak revolusi Iran. Pikiran- pikiran dan pandangan revolusioner Syari'atilah yang menyulut revolusi Islam Iran. Di samping tokoh penggerak Imam Khomeini dan Murthada Muthahhari. Gnostisisme Ali Syari'ati. Tujuan kehidupan ialah untuk melihat sinar kebenaran. Agama dan ritualnya hanyalah sebuah instrumen untuk mencspai tujuan. Hanya sufiemelah yang sanggup memuaskan pengembarsan intrlektual Syari' ati. Sebab dalam sufisme terdapat semua perwujudan esensi agama. Syari'ati, hati tidak mempunyai kekerabatan apa- apa dengan organ pemompa darah. Hati ialah organ spiritual. Syari'ati ialah tokoh pergerakan yang menginspirasi generasi muda Iran khususnya. Syari'ati mengalami pergolakan aliran yang tidak biasa. Syari'ati pada masa mudanya mengalami "bisikan dari langit". Ketika Syari'ati kecil berangkat sekolah dasar, di tengah jalan ia mengalami bisikan langit tersebut. Setidaknya Syari'ati dua kali mengalami insiden tersebut. Syari'ati lalu menisbahkan pengalaman dirinya sama atau mirip- seolah-olah dengan insiden spiritual nabi Muhammad shalla Allah 'alaih wa sallama dan tokoh- tokoh suci lainnya. Seperti Abu Yazid al- Bustami, Husain al- Hallaj, Ainul Qudhat al- Hamadzani, dst. Demikianlah, pergolakan aliran dan kegelisahan Syari'ati hampir sempurna. Pergumulannya dengan filsafat barat yang sekuler, dan pertemuannya dengan tokoh- tokoh besar dunia menciptakan Syari'ati mempunyai perbendaharaan keilmuan yang otentik. Latar belakang pendidikannya di Sorbonne University, Prancis menciptakan Syari'ati mempunyai pijakan akademik yang cukup kokoh dalam melancarkan pikiran dan impian revolusinya.
Advertisement