-->

Liem Sioe Liong: Cukong Soeharto

Liem Sioe Liong: Cukong Soeharto
Liem Sioe Liong: Cukong Soeharto
Adalah jamak diketahui bahwa sebuah kekuasaan politik sanggup bertahan begitu usang pastilah ditopang oleh para penguasaha handal. Kebertahanan suatu kekuasaan sebab perselinkuhan antara penguasa dengan pengusaha. Ada tangan- tangan tersembunyi yang bergerak dan mengucurkan dana. Pebisnis handal dan tangguh akan selalu hadir dan menyelinap masuk ke ranah kekuasaan. Siapa " memanfaatkan" siapa. Penguasa membutuhkan dana yang banyak untuk memuluskan rencana kerjanaya. APBN mustahil sanggup membiayai semuanya. Semenatara "pengusaha" juga membutuhkan pemberian dari penguasa biar bisnisnya sanggup mulus. Pertanyaannya kemudian, siapa  " memakan" siapa.
Ternyata dalam penelitian Nancy, Pak Soeharto sanggup bertahan berkuasa hingga 32 tahun lamanya berkat para cukong yang dipeliharanya. Para cukong itulah yang mensupport dana kepada pak Harto dan kroni-kroninya, sehingga sanggup bertahan demikian lama.
Terlepas dari kontrovrsi dan akomodasi serta pemberian penguasa Orde gres kepada Group Salim, ada beberapa hal yang sanggup diambil pelajaran dari sejarah panjang bisnis Liem Sioe Liong. Pak Liem lahir di Fuking, Tiongkok. Ia lahir dari keluarga yang sangat miskin. Tanah kawasan kelahirannya juga yaitu tanah tandus. Masyarakatnya makan singkong dan ubi jalar. setiap demam isu kemarau niscaya mereka mengalami paceklik dan kelaparan. Liem merantau ke Semarang via Tanjung Perak Surabaya. Kondisi kemiskinnya tersebut, memengaruhi rujukan makan Liem. Sampai dia sebagai miliyarder masih saja doyan makan bubur. Pak Liem juga pekerja keras. Ia juga dikenal sebagai langsung yang lowprofile. Suaranya lembut, dan sangat jarang marah. Ia juga dikenal sangat loyal kepada pimpinannya. Filosofi hidupnya, yang namanya atasan atau pimpinan harus dihormati. Meskipun atasan kita tersebut yaitu orang bodoh. Liem juga suatu waktu ditanya, mengapa ia demikian ekspansif dalam menyebarkan bisnisnya. ia menjawab singkat:...."saya ingin dikenang sebagai orang kaya. Sebab, tanpa uang, Anda bukanlah apa-apa".
Advertisement