-->

Master Cheng Yen

Master Cheng Yen
Master Cheng Yen
Dharma Master Cheng Yen lahir di kota kecil Chingshui, Taiwan pada tahun 1937. Pada umur 23 tahun dia meninggalkan rumah dan menentukan menjadi biksuni. Semula dia menerima tantangan ahli dari keluarganya. Ia menggunduli rambutnya. Ia menentukan hidup sangat sederhana. Ia memndirikan yayasan Budhdha Tzu Chi yang melayani orang- orang miskin, kesehatan, pendidikan. Ia melayani tanpa melihat perbedaan ras, agama, suiu, dan negara. Berikut, aku kutipkan beberapa filosofi hidup beliau: 1. While working, learn; while learning, awaken to the many truths of life. 2. Over time, we can build great character, achieve great success, and cultivate great virtue. 3. When walking, as we step one foot forward, we lift the other foot up. In the same way, we sholud let go of yesterday and focus on today. Life is impermanent, but wisdom-life lasts forever. Love is boundless, its spirit will live on. Kehidupan tidak kekal. Kearifanlah yang abadi. Dengan cinta kasih yang tak terbatas, semangat hidup tetap menggelora. 5. A person with a generous heart and compassion for all beings. Leads the most blessed life. Orang yang paling senang ialah yang hidupnya memaafkan dan mencintai sesama. 6.only those who respect themselves have the courage to the humble. Hanya orang yang menghargai dirinya, yang berani untuk bersikap rendah hati. 7. To regard ourselves lighty is wisdom. To regard ourselves highly is attachment. Randah hati ialah sidap bijaksana. Tinggi hati ialah perilaku yang mengatakan kemelekatan. 8.the reason that people cannot be humble is because they cling to their past achievements. Seseorang yang tidak mau mengalah, sebab ia selalu mengingat sukses masa lalu. 9. We start to slacken the minute we try to find excuses for ourselves. Seseorang mulai lalai pada detik di mana ia memaafkan dirinya. 10. To be brave enough to undertake responsibilities is an inspring force. To be brave enough to admit a mistake is a noble virtue. Keberanian memikul tanggung jawab menginspirasi orang lain. Keberanian memikul tanggung jawab atas kesalahan merupakan perilaku mulia. 11. It is easy to reflect on major mistakes, and hard to eradicate small bad habits. Kesalahan besar gampang menciptakan kita mengintrospeksi diri. Kesalahan kecil dan jelek sulit untuk dihilangkan. 12. The hardest thing for people to see is themselves. Yang paling sukit dilihat dengan terperinci ialah diri sendiri. 13. Nothing is impossible with confedence, perseverance, and courage. Semua sanggup diwujudkan dengan tigal hal, percaya diri, giat dan berani. 14. Kita harus mengatasi problem sesuai dengan prinsip, dan bukannya menyesuaikan prinsip kita dalam mengatasi persoalan. We must carry out our tasks according to principles, and not let our principles be compromised by our tasks. 15. Dalam menuntaskan masalah kitabharus berpegang pada prinsip. Dan tidak berkompromi. Karena jikalau sering berkompromi, maka kita akan terbelit dalam permasalahan tersebut. We should abide by our principles and not socialize reluctantly. If we party too often, we may be influenced instead of influencing others. 16. Keindahan sebuah kelompok terletak pada keindahan langsung masing- masing individu. The beauty of a group lies in the refinement of its individuals. 17. Kepribadian seseorang sanggup terlihat dari sikapnya pada dikala berjalan, berdiam, duduk, dan berbaring. A person's refinement and disposition are naturally displayed in the way he walks, stands, sirs, and lies down. 18. Seeing virtue in others is itself a virtue. Mengagumi orang lain akan meningkatkan martabat diri. 19. Material things are meant to be used by people. Yet, lacking wisdom, we are perpetually discontent, and become enslaved by material things. Semua benda ialah untuk manusia. Namun orang orang yang kurang bijaksana akan menjadi budak benda- benda tersebut. 20. The ocean can be filled, yet the tiny mouth of human being can never be filled. Lautan sanggup ditimbun hingga rata. Namun mukut kecil insan selamanya tidak sanggup diisi penuh. 21. How bitter life is when we have desires! Our demands on others eill bring us endless misery. Sikap selalu banyak menuntut akan menjadikan banyak penderitaan dalam hidup. Banyak menuntut kepada orang lain, akan mendatangkan penderitaan tak terhingga bagi diri sendiri. 22. One who is content immensely broad- hearted. Abroad- hearted person will not be in dispute with others over any matter. Orang yang bersyukur akan berhati lapang. Orang yang lapang tidak akan berselisih dengan siapa pun dan dalam hal apa pun.
Advertisement