Kota Tha'if dikenal dalam sejarah penyebaran Islam sebagai kota daerah Nabi dilempari dan dikejar- kejar. Sesungguhnya Nabi ke sana untuk meminta pertolongan dari kekejaman kafir Quraisy Mekkah. Dulu leluhurnya berpesan bahwa di Tha'if dia mempunyai banyak sanak keluarga. Sewaktu- waktu ada kesulitan sebaiknya dia berlindung ke sana. Tetapi, yang terjadi justeru sebaliknya. Nabi menerima perlakuan sangat kasar. Dikejar- dikejar dan dilempari. Bahkan gunung- gunung yang dilewati Nabi pun berucap dan mengatakan pertolongan kepada Nabi. Nabi tidak dendam. Nabi bahkan mendo'akan mereka dengan ucapan, Allahumma ihdi qawmi, fa innawum la yaklamun. Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku. Karena sebetulnya mereka itu tidak mengerti. Bahkan dia juga berdo'a untuk kemakmuran kota Tha'if. Barangkali itulah sebabnya, kita Tha'if hari ini sangat maju. Di sana populer sebagai kota penghasil parfum terbaik di dunia. Parfum merek Wardah disebut- sebut sebagai parfum terwangi di dunia. Di Tha'if ada Masjid Addas. Addas yaitu aristokrat Iraq dan menjadi letani anggur di Tha'if. Beliaulah yang memberi anggur kepada Nabi pasca pengejaran suku Tha'if. Ada juga Masjid Qud'. Disebut sebagai Masjid Qu' lantaran ada bekas siku Nabi saat dia berdo'a untuk Tha'if. Ada lagi Wadi al- Mihran. Di sini yaitu salah satu daerah miqat bagi jamaah haji dan umrah melalui jalur Arafah, ada museum al- Syarif. Ada pasar buah. Di pasar buah ini juga ada pemandangan sun set yang disebut- sebut terindah. Tukisan ini menurut dongeng Dr K.H. Asep Saifuddin Halim. Saya tidak sempat ke Tha'if lantaran tidak ada group yang menemani. Rupanya ke sana tidak semudah menyerupai kota- kota lain. Siapa pun yang hendak ke sana harus melalui izin mu'assasah. Saya tidak tahu mengapa harus demikian. Di samping itu, ongkos ke sana juga tidak murah. Padahal jarak dari Mekkah cukup dekat. Dspat ditempuh sekitar 1, 5 jam, baik bus maupun naik Taxi. Semoga kali lain sanggup berkunjung ke sana.
Advertisement