-->

Program Strategis Azerbaijan

Program Strategis Azerbaijan
Program Strategis Azerbaijan
Setelah melaksanakan kunjungan dan pembicaraan dengan rektor empat perguruan tinggi di Azerbaijan ( ADU, Azerbaijan Diller University, Baku State University, Qafqaz University, dan Baku Higher Oil School), maka berikut kami catat beberapa jadwal strategis yang perlu follow up: 1. Untuk penguatan Program studi perminyakan dan pertambangan UIN syarifhidayatullah Jakarta, maka perlu pengiriman mahasiswa dan dosen UIN Jakarta untuk magang dan berguru administrasi pengelolaan prodi di Baku Higher Oil School). Alumni PTKI yang berminat studi perminyakan sanggup melanjutkan jadwal magister di sini. Perguruan tinggi ini mempunyai akta ISO empat, dan mempunyai standar akademik internasional. PT ini juga dibawah binaan pribadi presiden Azerbaijan. Bapak Hendar Martono, orang Indonesia yaitu salah seorang key person yang mempunyai keilmuan yang mumpuni dan diakui di Azerbaijan. Azerbaijan bagi Indonesia yaitu negara yang letaknya jauh tetapi sangat penting membangun hubungan dan kerjasama budaya, pendidikan, dan ekonomi. Sebab, Azerbaijan yaitu negara yang termasuk cepat dalam melaksanakan recovery ekonomi. 2. Ke-empat PT tersebut di atas sejatinya sanggup dijadikan tujuan studi doktor untuk penguatan jadwal 5000 doktor. Tuition fee dan persyaratan rekruitmennya juga tidak terlalu ketat, tetapi PT mempunyai dosen dan profesor yang bereputasi internasional. Rektor Baku University, Prof Abel Mohammarov yaitu seorang intelektual muslim yang disegani dalam perminyakan. Prof Abel selalu berpikir dan mendesain program- jadwal akademik unggulan untuk membuat kader- kader muslim biar kelak mereka sanggup meraih hadiah nobel. Sebab, ternyata perusahaan dan saudara- saudara Alfred Nobel justeru berinvestasi minyak di Baku, Azerbaijan. 3. Perlu mengajak para rektor terutama swasta untuk mendalami management perguruan tinggi di Azerbaijan. Qafqaz University yang dulunya perguruan tinggi eks Yayasan Fathullah Ghulen, sanggup berdiri dan maju. Dan dikelola oleh pemerintah, semua pengurus dan pegawainya juga ditentukan pemerintah. 4. Menteri Agama RI perlu pengaturan waktu biar sanggup menawarkan guest lecturer di Baku University dan Baku International Multiculturalism Center. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat hubungan kedua negara di bidang keagamaan, budaya dan politik. Kedua negara sanggup saling berguru dan memperkaya pengalaman masing- masing. Azerbaijan mempunyai sejarah panjang dalam berbangsa dan bernegara. Mungkin kesalehan ritual tidak tampak menyolok di sini. Tetapi masyarakatnya ramah, bersih, dan disiplin. Dalam hal menyikapi perbedaan mazhab antara sunni dan syi'ah, mereka selalu mencari persamaan. Kalau ada yang ssma, mengapa harus membesar- besarkan perbedaan. Makara identitas keberagamaan tidak terlalu penting. Barangkali perilaku ibarat ini sebab Azerbaijan masih menghadapi problem perang perbatasan dengan Armenia. Masyarakat Azerbaijan relatif terbuka untuk membangun kerjasama dengan pihak luar.
Advertisement