Saya terkesima membaca sebuah artikel untuk rubrik Psikologi This Too, Shall Pass. Kalimat ini yaitu kata bijak dari tradisi sufi Persia pada masa pertengahan. Alkisah, seorang tukang cincin yang diminta untuk menulis kalimat bijak dan paling bijak. Ia kebingungan, dan balasannya beliau menulis frase " This too, Shall Pass, Yang ini pun, akan berlalu". Kalimat bijak ini semakin populer dikala Abraham Lincoln, pada tahun 1859 memasukkannya dalam pidato kenegaraannya. Bahwa kita dihentikan mengeluh apalagi outus asa dikala dirundung masalah. Kita pun dihentikan kehilangan keseimbangan dikala mencicipi kenikmatan jabatan, harta, dan penghirmatan. Sebab, semuanya hanyalah bersifat sementara. Demikian sekelumit pandangan psikolog Kristi Poerwandari. Kompas, 10 Juli 2016, h. 25.
Advertisement