Salam hangat dari Azerbaijan. Salam dari Pak Kusnan B. Fannani, Duta Besar Indonesia di Azerbaijan. Saya ingin melaporkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pendidikan multikultural dan praktek keagamaan Azerbaijan menjadi model pendidikan multikultural 20 negara. Seperti Jerman, Italia, Amerika, Rusia, Portugis, dll. Azerbaijan mempunyai sejarah panjang dalam kehidupan berbangsa,mbernegara dan beragama. Semua isme dan mazhab masih hidup berdampingan. Zoroaster juga masih hidup meskipun tidak dominan. Bahkan lambang negara Azerbaijan ialah pengecap api yang merupakan simbol agama Zoroaster. Yahudi dan Katolik juga hidup. Bahkan Katolik punya Life TV khusus untuk siaran keagamaan mereka. Hal paling menarik ialah sunni- syi'ah sanggup hidup damai. Mereka sanggup melakukan shalat maghrib bergiliran dalam satu masjid dengan praktek keberagamaan yang berbeda. Pendidikan multikultural mereka semuanya based on historical recognition. Azerbaijan mempunyai Baku International Multiculturalism Center yang kantornya terletak di kota Baku, ibu kota Azerbaijan. 2. Sesungguhnya Indonesia mempunyai pengalaman dan materi multikultural yang sangat kaya. Barangkali kemasannya yang harus dipercantik. Bahwa kita sejatinya mempunyai kurikulum multikultural yang berlaku nasional. Barangkali kita membutuhkan madrasah dan pesantren yang menjadi piloting multikultural yang secara akademik dan kultur sanggup dirujuk secara internasional. Atau kita seharusnya menciptakan forum Indonesian multicultural Center. Tentu berbeda dengan FKUB yang selama ini hanya mengerjakan kerja- kerja birokrasi yang berjangka pendek. Tetapi forum multikultural yang betul- betul bekerja secara komprehensif, dan menyentuh akar permasalahan pada level graasroot. Lembaga ini diisi oleh akademisi dan praktisi sosial yang betul- betul andal pada bidangnya. Lembaga ini mempunyai wibawa secara akademik, sehingga pandangan dan rekomendasinya sanggup menjadi materi kebijakan pemerintah. Lembaga ini juga menerbitkan jurnal berskala internasional. Dimsinilah arti penting Baku International Multucultural Center, Azerbaijan. Kerjasama dengan lelmbaga ini sanggup saling menguatkan dan memperkaya dengan lembaga- forum sosial keagamaan dan forum pendidikan kita yang konsern di bidang ini. Bahwa pengalaman di Indonesia yang sangat multikultural, dan juga mempunyai potensi konflik yang sangat besar, cukuplah menjadi pelajaran bagi kita dalam menata Indonesia dalam berdemokrasi. 3. Bahwa fenomena Conservative Turn semakin menguat di Indonesia 15 tahun terakhir ini. Persoalan sosial dan ketimpangan ekonomi yang semakin menganga sanggup menjadi pemicu konflik horizontal dan vertikal sekaligus. Tidak pernah dibayangkan bahwa plesetan Ahok terhadap Q.S al Maidah ayat 51 sanggup mengakibatkan kegaduhan politik yang luar biasa.tentu terlepas dari suasana politik yang semakin hangat sebab bertepatan dengan pilkada DKI. Peristiwa 4 nopember yang kemudian ialah membuktikan menguat dan mengakarnya faham radikal di Indonesia. Kalau selama ini, ada kesan bahwa radikalisme agama sanggup tumbuh subur di tempat pinggiran dan miskin desa menyerupai Poso, Sambas, sebagian eks GAM di Aceh, tetapi kini kebangkitan radikalisme gres justeru terjadinya di ibu kota menyerupai DKI Jakarta. Saya kira insiden 4 nopember bukanlah insiden biasa. Saya kira, Kemenag dan PTKI harus tampil sebagai problem solver. Mereka harus tampil sebagai public intellectual yang berdirinpada garda terdepan memberi pencerahan kepada masyarakat kita. Kita harus tampil dan bicara kepada pemerintah untuk menjelaskan fenomena conservative turn ini secara sistematis dan komprehensif. 4. Dengan mencar ilmu dari model pendidikan multikultural Azerbaijan, maka seharusnya Indonesia harus lebih garang dalam mempromosikan praktek keagamaan dan pendidikan multikulturalnya ke pentas dunia. Bahwa kita mempunyai pengalaman dan budaya multikultural yang lebih kaya tetapi masih kurang promosi. Azerbaijan ialah negara kecil, hanya berpenduduk 9,8 juta jiwa. Berbatasan dengan Khurasan, Iran. Cheko. Azerbaijan masih berperang dengan Armenia dibawah sokongan Rusia. Tetapi, Azerbaijan sangat percaya diri dengan pengalaman multikutural yang mereka miliki. Inilah lesson learned kita dari Azerbaijan.
Advertisement