Hodgson aku kenal dikala membaca karya-karya Prof Nurcholish Madjid dan belakangan Prof Mulyadi Kartanagara. Karya The Venture of Islam dan Rethinking World History lebih aku kenal, dikala aku mencar ilmu Sejarah Dunia dibawa bimbingan Prof Joko Suryo, professor Sejarah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Marshall Goodwin Simms Hodgson (lahir 11 April 1922 – wafat 10 June 1968)adalah seorang jenius dalam bidang kajian Sejarah Islam dan dunia pada the University of Chicago. Dia yaitu Ketua the interdisciplinary Committee on Social Thought di Chicago. Dia juga praktisi Quaker, Nasrani yang anti perang. Karya monumentalnya dalam jiga jilid The Venture of Islam: Conscience and History in a World Civilization, belum terbit semasa dia hidup. Edmund Burke III bertindak sebagai editor dalam penerbitan karya Hodgson tersebut. Dalam The Venture of Islam, Hodgson memosisikan Islam sebagai sumber spiritual dan visi etika sama dengan agama-agama besar dunia lainnya. Hodgson juga memperkenalkan terminology gres Islamdom (sama dengan Christendom), Islamic dan Islamicate. Islamic yaitu yang terkait dengan religiusitas, sedang fenomena Islamicate yaitu sesuatu yang mayoritas dipengaruhi oleh kultur di mana umat muslim berkembang. Contoh yang disebut Hodgson yaitu puisi anggur. Itu yaitu Islamicate, dan bukan Islamic.(Most importantly, he distinguished between Islamic (religious) and Islamicate phenomena, which were the products of regions in which Muslims were culturally dominant, but were not, properly speaking religious. For example, wine poetry was certainly Islamicate, but not Islamic). Hodgson juga meletakkan ulang lokus geografis Islam, dia menggeser perhatian dari fokus langsung Islam Arab menjadi studi agama yang lebih luas dengan memasukkan "dunia Persia" sebagai salah satu lokus kajian. Ada dua orientalis yang sangat memengaruhi ajaran Hodgson, yakni Louis Massignon dan John Woolman. Hodgson juga sangat bersahabat dan bahkan se-almamater dengan Gustave E.von Grunebaum penulis dan editor buku populer, Ùnity and Variety in Muslim Civilization, The University of Chicago Press,1955.Hodgson menulis disertasi perihal pemikir Syiáh Iran dengan judul: A Dissident Community in Medieval Islam: A General History of the Nizari Ismaílis in The Alamut Period, 1951, di Universitas Chicago. Karya ini lalu direvisi dan terbit pada tahun 1955 dengan judul:The Order of Assassins: The Struggle of the Early Nizari Ismaílis against the Islamic World. Hodgson yaitu pemikir yang berambisi besar dalam mewujudkan karya monumentalnya. Menurut akreditasi murid dan orang-orang dekatnya, dia mempunyai banyak catatan perihal proyek penelitian yang sedang dikerjakannya. Beliau juga biasa merevisi berkali-kali chapter buku yang akan diterbitkannya. Kerja keras, ketekunan, dan kontinuitas dalam proyek ilmiyah yaitu ciri yang menempel pada diri Hodgson. Ada catatan menarik mengenai kehidupan keluarganya. Beliau dikarunia putera-puteri yang meninggal pada usia belia. Beliau mempunyai kehidupan keluarga yang tidak bahagia. Bahkan dia wafat dikala sedang joging di Universitas Chicago. Dia wafat sendirian tanpa didampingi oleh orang-orang terkasih. Kisah hidupnya berakhir tragis tidak secemerlang karier intelektualnya. Beliau pun wafat pada umur yang masih produktif, 46/47 tahun. Marshall Goodwin Simms Hodgson telah tiada, tetapi karyanya tetap hidup. Benarlah kata Dust Muhammad, pelukis Persia kala ke-16--sebagaimana dikutip oleh Lydia Kiesling--: ....verily our works point us/ so gaze after us at our work. Sungguh karya-karya kita itulah nilai dan harga diri kita. Kemudian, sepeninggal kita, karya-karya kitalah yang dilihat orang. Manusia hidup sangatlah singkat. Kita meninggalkan keluarga dan handai taulan dalam keadaan sedih. Sementara energi kreatif tetap saja berjalan.
Advertisement