Kota Yala dan Pattani yaitu dua kota yang berada di Thailand Selatan. Kedua kota ini sebagai sentra kebudayaan Melayu. Melayu di Thailand berarti muslim. Kedua kota ini hingga detik ini masih dalam pengawasan pemerintah pusat. Kalau kita melaksanakan perjalanan pastilah kita melewati sejumlah check pointt. Dan masing-masing check point terpampan sekitar 10 orang yang dianggap buron. Pada malam pertama kami keliling kota sambil menikmati suasana malam. Kami mencari kuliner. Tiba-tiba saja kami dicegat di tengah jalan oleh sejumlah tentara yang sedang jaga malam. Untungnya Adul Yadai, local staf yaitu orang Thailaand dan santri pondok Gontor Ponorogo. Saya lihat mereka bercakap serius dalam Bahasa Thailand. Seorang tentara mengawasi sambil mengarahkan senter kecilnya ke arah muka kami. Kami membisu saja. Kami juga tidak mengerti bahasa Thailand. Yang terdengar hanya kata "kap" dari mas Adul. Akhirnya kami lepas dan melanjutkan perjalanan mencari makan malam. Sesampai di restoran, saya bertanya. Tadi itu kami hanya mendengar kata "kap". Kap itu artinya apa? Ya, jawab mas Adul. Oh begitu!. Thailand Selatan mulai memberontak saat pada tahun 2002 terjadi larangan penggunaan Bahasa Melayu di sekolah-sekolah. Padahal Bahasa Melayu identik dengan Islam. Kota Pattani dan Yala yaitu sentra kebudayaan Melayu. Di Yala sendiri sudah tahun ke-4 mereka menyelenggarakan the Melayu Day. Di sini ada pekan raya budaya antar negara, Thailand,Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Ada pameran budaya. Tahun ini dari Indonesia UIN Walisongo Semarang dan IAIN Purwokerto mengikuti the Melayu Day. Madrasah 4 Jakarta juga ikut mementaskan Tari Saman. IAIN Purwokerto mementaskan shalawatan. Saya kira perhelatan menyerupai ini sangat penting untuk menambah wawasan dan jejaring regional ASEAN. Bahwa kita sadar mempunyai saudara serumpun Melayu yang mungkin nasibnya masih di bawah kita. Mereka hidup di negaranya sendiri tetapi dalam tekanan politik pemerintah pusat. Sebab di Thailand muslim hanya sekitar 20% kata Mas Agus Sholeh yang sudah empat kali ke Thailand. Sebagai muslim minoritas dan berada di daerah selatan Thailand,Yala dan Pattani perlu mendapat support dari kita. Sebab,negara-negara Timur Tengah juga gencar menanamkan efek di kota ini. Sesungguhnya kitalah yang seharusnya memberi pemahaman Islam Indonesia kepada muslim Melayu Thailand. Ada hal lain yang menarik berdasarkan catatan mas Agus Sholeh tadi. Bahwa tahun 2004 Thailand heboh dengan sex education. Pendidikan seks hanya fokus kepada dua hal. Kesehatan reproduksi dan seks aman. Sex education menyerupai ini tentu sangat jauh berbeda dengan konsep Islam yang sangat ketat terhadap larangam berzina. Hanya Islamlah agama yang mempunyai konsep zina. Konon, di Thailand mas kawin termasuk mahal. Mungkin itulah sebabnya kalangan muda-mudi yang penting suka sama suka mereka sanggup saja hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Kembali kepada sex education tadi mestinya juga diajarkan family planning. Merencanakan keluarga sejahtera sangat penting dalam kehidupan berkeluarga. Demikian klarifikasi sekilas dari mas Agus Sholeh. Di Pattani ada seorang ulama yang sangat terkenal, Syeikh Muhammad Zain al- Pattani. Saya tidak tahu makam ia di mana. Saya juga lagi mencari tahu, di mana kitab-kitab ia sanggup didapatkan. Apakah ada pondok-pondok pesantren atau madrasah yang menyimpannya. Di Thailand ada dua tempat wisata yang terkenal. Puket dan Pattaya. Semoga ada waktu untuk mengunjungi salah satunya. Sebab keduanya berada di dua tempat yang berbeda. Puket bersahabat kota Yala sekitar dua jam perjalanan. Sedang Pattaya di daerah utara. Konon keduanya mempunyai wisata pantai yang eksotik. Selama beberapa hari di Yala, kami sering kesulitan membaca goresan pena Thailand. Koran di lobby hotel hanya kita mengerti foto-fotonya. Tak satu abjad Thailand yang kami tahu. Kami takut kesasar. Sebab, bagaimana cara bertanyanya. Mereka jugaa tidak mengerti berbahasa Inggeris. Untungnya masih banyak yang mengerti bahasa Melayu. Itupun harus dieja dulu. Sesekali kami harus memakai bahasa isyarat. Ternyata, bahasa Thailand sangatlah penting untuj studi Islam daerah ASEAN. Ada banyak hal sisi-sisi perkembangan Isam serumpun Melayu yang masih tertutup awan sejarah. Tradisi Islam yang sudah usang mengakar di Thailand karam dalam rawa-rawa sejarah. Sebentar lagi Islam di Thailand tinggal kenangan. Wa Allah a'lam
Advertisement